Hobi Jadi Bisnis
Artikel Kewirausahaan | 11 April 2023 00:00 wib.jpg)
1. Kenali Hobimu
Hobi yang kamu punya tentu tidak hanya satu, bukan? Kenali semua hobi yang kamu punya lalu tuliskan satu per satu menjadi suatu daftar yang lengkap. Selagi mencatat hobi, tuliskan juga metode yang bisa digunakan untuk menjalankannya. Jangan lupakan perkiraan penghasilan yang bisa kamu dapatkan saat mengubah hobi-hobi tersebut menjadi bisnis.
2. Pilih Hobi yang Nilai Jualnya Tinggi
Catatan yang sudah dibuat sebelumnya kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memilih hobi yang memiliki nilai jual paling tinggi. Jika catatan sebelumnya tidak cukup maka kamu bisa mencari informasi tambahan seperti kelebihan dan kekurangan, jumlah kompetitor, target pasar, serta kebutuhan masyarakat. Mencari tahu informasi tambahan tersebut akan membantu kamu melihat hobi mana yang memiliki nilai jual tertinggi.
3. Cari Tahu Target Pasar yang Dituju
Menentukan target pasar sangat penting dilakukan agar kamu bisa membuat personalisasi produk dengan baik. Pasalnya setiap pelanggan memiliki preferensinya masing-masing yang tidak mungkin dipenuhi seluruhnya. Menetapkan suatu kelompok tertentu akan memudahkan kamu untuk memproduksi produk sesuai kebutuhan. Jadi potensi produk tidak terjual akan sangat kecil karena semuanya sudah disesuaikan dengan target pasar.
4. Rencanakan Bagaimana Bisnis akan Dijalankan
Cara selanjutnya yang perlu kamu lakukan ialah membuat perencanaan bisnis yang akan dijalankan. Berikut beberapa pertanyaan yang perlu dijawab untuk membantu kamu membuat perencanaan matang:
- Produk seperti apa yang akan dibuat?
- Bahan apa saja yang diperlukan untuk membuatnya?
- Keunggulan apa yang ingin ditonjolkan dalam produk yang kamu buat?
- Metode seperti apa yang akan digunakan untuk menjual produk?
- Berapa target keuntungan yang ingin didapatkan?
5. Gunakan Platform Online untuk Pemasaran
Pada tahap ini seharusnya kamu tidak akan kebingungan untuk memilih platform online yang akan digunakan dalam memasarkan produk. Dari semua informasi yang kamu punya mengenai target pasar, platform online apa yang sering mereka digunakan. Sebagai contoh, jika kamu memiliki target pasar dengan rentang usia 17 tahun - 30 tahun maka penggunaan media sosial bisa menjadi platform paling tepat.
6. Bangun Branding
Membangun branding termasuk hal krusial karena dapat berdampak pada penjualan produk yang kamu lakukan. Branding yang baik perlu dibangun agar kredibilitas atau kepercayaan pelanggan terhadap produk tinggi. Jika kredibilitas didapatkan maka penjualan produk pasti akan mengalami peningkatan. Sebaliknya, saat kredibilitas buruk maka penjualan produk akan menurun.
7. Lakukan Perhitungan dan Persiapkan Modal
Terakhir, coba lakukan perhitungan menyeluruh terkait biaya yang harus dikeluarkan. Mulai dari biaya produksi, pemasaran, hingga pengiriman kepada pelanggan. Catat semua pengeluaran supaya kamu bisa memperkirakan jumlah modal yang perlu disiapkan.